Ikan arwana salah satu kekayaan hayati Kalimantan Barat. (Sumber: Bagi Kabar)Ikan arwana salah satu kekayaan hayati Kalimantan Barat. (Sumber: Bagi Kabar)

Pontianak, Bagi Kabar – Pemerintah Indonesia terus memperkuat regulasi terkait penangkaran dan perdagangan ikan arwana. Langkah ini terutama difokuskan untuk melindungi spesies endemik Kalimantan Barat, yakni arwana jenis super red, yang selama ini menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar ikan hias internasional.

Penguatan regulasi dilakukan melalui pembaruan sejumlah aturan yang berlaku, mulai dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan hingga petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal terkait konservasi ruang laut dan pengelolaan spesies akuatik. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan praktik penangkapan liar dan menjaga keberlanjutan populasi arwana di habitat aslinya.

Deputi Karantina Ikan Badan Karantina Indonesia, Drama Panca Putra, menjelaskan bahwa salah satu langkah penting yang diterapkan adalah larangan penangkapan langsung ikan arwana dari alam liar tanpa melalui proses penangkaran yang sah. Menurutnya, semua pelaku usaha diwajibkan memiliki izin resmi dan melakukan kegiatan budidaya sesuai standar.

“Peraturan ini bertujuan menjaga kelestarian ikan arwana. Misalnya, tidak boleh diperdagangkan jika di bawah ukuran 12 cm. Ini penting agar populasi arwana tetap aman dari eksploitasi,” kata Drama dalam keterangan resminya pada Kamis (8/5/2025).

Aturan ukuran minimal 12 cm diberlakukan untuk mencegah pengambilan ikan arwana yang masih muda dan belum siap dibudidayakan. Selain itu, jalur distribusi ikan hias tersebut juga harus tercatat secara legal dan sesuai kuota yang ditentukan oleh pemerintah.

Regulasi ini diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi penangkar, hingga pelaku usaha lokal. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem perdagangan ikan hias yang berkelanjutan, legal, dan ramah lingkungan.

Dengan tingginya permintaan pasar global terhadap arwana super red, pengawasan menjadi sangat penting. Pemerintah berharap langkah ini dapat mencegah eksploitasi berlebihan dan menjadikan ikan arwana Kalimantan Barat sebagai spesies yang tetap lestari di alam dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Penting untuk memastikan bahwa ikan arwana Kalimantan Barat tidak hanya menjadi ikon komoditas ekspor, tetapi juga warisan hayati yang dijaga bersama untuk masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *