Bagi Kabar, Mempawah: Polres Mempawah berhasil mengungkap sejumlah kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Kapuas 2026 yang digelar selama dua pekan, mulai 29 April hingga 12 Mei 2026.
Wakapolres Mempawah, Antonius Trias mengatakan jumlah target operasi tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 terdapat lima target operasi, maka pada tahun ini meningkat menjadi delapan target operasi dan seluruhnya berhasil diungkap jajaran kepolisian.
“Meski target operasi bertambah, angka kasus yang ditemukan justru mengalami penurunan,” ujar Antonius, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, pada Operasi Pekat Kapuas 2025 tercatat sebanyak 20 kasus, sedangkan pada tahun 2026 turun menjadi 14 kasus. Jumlah pelaku yang diamankan juga mengalami penurunan dari 32 orang menjadi 26 orang.
Dari total kasus yang diungkap, sebanyak 14 kasus diproses secara hukum, sementara 12 pelaku lainnya diberikan pembinaan dan penyuluhan.
“Ini menunjukkan bahwa langkah preventif dan preemtif yang kami lakukan selama ini cukup efektif dalam menekan angka pelanggaran di tengah masyarakat,” katanya.
Selain operasi penindakan, pihak kepolisian juga rutin melaksanakan patroli, edukasi hukum, dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dini.
Dalam rincian hasil operasi, kasus perjudian tercatat sebanyak dua kasus dengan sembilan pelaku. Sementara kasus narkotika terdapat tiga kasus dengan lima pelaku.
Untuk kasus minuman keras, polisi menemukan satu kasus dengan satu pelaku. Polisi juga memberikan pembinaan kepada pelaku pelanggaran miras agar tidak mengulangi perbuatannya.
Kasus prostitusi mengalami peningkatan menjadi tiga kasus dengan enam pelaku. Sedangkan kasus premanisme mengalami penurunan signifikan dari 13 kasus pada tahun 2025 menjadi lima kasus pada tahun 2026.
“Untuk petasan maupun senjata tajam selama operasi berlangsung tidak ditemukan adanya pelanggaran,” jelas Antonius.
Ia memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Mempawah hingga saat ini tetap aman dan kondusif.
Antonius juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang turut membantu menjaga situasi kamtibmas selama operasi berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” tuturnya. (Why)

