Foto Ai Komunitas POC Global Kalbar

Bagi Kabar, Pontianak: Perkembangan teknologi komunikasi kini dimanfaatkan para relawan di Kalimantan Barat untuk mempercepat respons dalam situasi darurat. Salah satunya melalui komunitas POC Global Kalbar yang membangun jaringan komunikasi terpadu berbasis Handy Talky (HT) Push-to-Talk over Cellular (POC).

Melalui sistem ini, berbagai unsur relawan dan instansi dapat terhubung dalam satu jaringan komunikasi yang memungkinkan pertukaran informasi berlangsung secara real time. Mulai dari relawan ambulans, pemadam kebakaran, hingga unsur pencarian dan penyelamatan seperti Basarnas, BPBD, dan SAR Polda tergabung dalam jaringan tersebut.

Berbeda dengan HT konvensional yang bergantung pada frekuensi radio dan memiliki keterbatasan jangkauan, HT POC bekerja menggunakan jaringan internet seluler seperti 4G, 5G, maupun Wi-Fi. Teknologi ini memungkinkan komunikasi lintas wilayah selama terhubung dengan jaringan internet.

Admin POC Global Kalbar, Andika Fitra Prabella, SH, mengatakan komunitas ini telah berdiri sejak 2023 sebagai wadah penghubung berbagai elemen relawan agar komunikasi lebih cepat dan terpadu.

“POC Global Kalbar ini berdiri sejak 2023. Bertujuan sebagai jaringan komunikasi para relawan. Dengan adanya jaringan ini, informasi jadi terpadu, baik itu relawan ambulans, damkar, hingga stakeholder seperti Basarnas, BPBD, dan SAR Polda,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Andika, teknologi HT POC menjadi solusi atas keterbatasan radio konvensional karena lebih fleksibel dan tidak terikat jangkauan frekuensi tertentu. Selain itu, pengguna tidak memerlukan izin frekuensi khusus sebagaimana perangkat radio pada umumnya.

“Seiring teknologi yang ada saat ini, kita manfaatkan HT POC ini untuk berkomunikasi dan menggunakan aplikasi Global. Jaringan ini berbasis GSM, jadi pengguna cukup membeli kuota dari provider untuk bisa mengakses,” jelasnya.

Dalam praktik di lapangan, kecepatan dan keakuratan informasi menjadi prioritas utama. Andika menegaskan, setiap informasi yang masuk tidak langsung disebarkan, melainkan diverifikasi terlebih dahulu oleh anggota yang berada di lokasi kejadian.

“Yang paling kita utamakan itu kecepatan. Informasi yang kita dapatkan bisa langsung dicek kebenarannya, sumbernya jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Untuk menjaga kredibilitas, seluruh pengguna yang tergabung telah melalui proses pendataan dan terdaftar di server. Sistem komunikasi juga bersifat privat sehingga hanya relawan dan stakeholder terkait yang dapat mengakses channel komunikasi.

Andika menegaskan tidak ada ruang bagi informasi spekulatif dalam situasi darurat.

“Tidak ada istilah ‘katanya’. Karena relawan turun ke lapangan menggunakan jalan umum. Kalau informasinya salah, justru bisa membahayakan. Niatnya menolong, malah jadi kita yang ditolong,” ujarnya.

Selain menjadi jaringan komunikasi, POC Global Kalbar juga berkembang sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi antarelawan. Dengan sistem yang terus berkembang, komunitas ini diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi yang akurat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *