Bagi Kabar, Pontianak: Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) sukses mencatat sejarah dengan menjuarai AVC Men’s Champions League 2026 setelah menaklukkan lawan berat asal Iran, Foolad Sirjan Iranian (FSI), dengan skor 3-1 pada partai final di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (17/5/2026).
Kemenangan ini menjadi momen spesial bagi JBP sekaligus pelampiasan atas kekalahan dari tim yang sama pada musim 2025. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, tim asal Indonesia tersebut tampil penuh determinasi hingga akhirnya memastikan gelar juara Asia.
Usai perayaan kemenangan, Kapolda Kalimantan Barat sekaligus Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
“Hari ini kita, masyarakat Kalbar, sangat berbahagia, termasuk saya. Alhamdulillah, hari ini kita diberikan rezeki bisa menjadi juara AVC,” ujar Pipit.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi tim, tetapi juga kebanggaan besar bagi masyarakat Kalimantan Barat yang menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut.
Pipit mengingatkan bahwa perjalanan Jakarta Bhayangkara Presisi tidak selalu mulus. Pada AVC 2025, timnya sempat tumbang dari Foolad Sirjan Iranian. Namun, kekalahan itu dijadikan bahan evaluasi hingga akhirnya mampu dibalas dengan kemenangan di Pontianak.
“Memang tahun 2025 kita sempat kalah dengan tim yang sama. Kita membalas di sini dan diberikan kemenangan. Alhamdulillah,” katanya.
Dengan status juara dan finalis, Jakarta Bhayangkara Presisi bersama Foolad Sirjan Iranian dipastikan akan melanjutkan perjuangan ke ajang World Champions.
Menghadapi level kompetisi dunia, Pipit menegaskan timnya akan melakukan evaluasi untuk memperkuat skuad dan memperbaiki sejumlah kelemahan.
“World champion tentunya nanti kita lihat. Formasi kita masih total, hanya nanti kita evaluasi beberapa kelemahan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Pipit menilai keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga voli di Kalimantan Barat. Atmosfer pertandingan yang meriah dan dukungan penuh masyarakat dinilai menunjukkan bahwa Pontianak layak menjadi tuan rumah event olahraga internasional.
“Ini jadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya. (Why)

