Bagi Kabar, Pontianak: Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Pontianak bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat menggelar kelas kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) secara daring, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 guru dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Pelatihan tersebut menghadirkan Sekretaris Umum PGRI SLCC, Suherdianto, S.Pd., M.P, dengan dukungan trainer berpengalaman dari MAFINDO Pontianak. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi AI serta pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Selain membahas pemanfaatan AI, para guru juga diberikan edukasi terkait penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali kemampuan mengenali disinformasi dan hoaks di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dibedakan dengan fakta.
Salah seorang peserta, Hendra Kurniawan, guru SMA 4 Sei Kakap, menilai perkembangan AI saat ini semakin canggih dan menyerupai realita.
“Kemampuan AI semakin hari semakin menyerupai realita. Dulu jawabannya terasa kaku, sekarang lebih ekspresif dalam memberikan jawaban,” ujarnya.
Meski demikian, Hendra mengaku khawatir terhadap potensi ketergantungan siswa dalam penggunaan AI, terutama saat pelaksanaan ujian berbasis daring.
“Ada ketakutan dari pribadi saya sebagai guru, yaitu ketergantungan murid dalam menggunakan AI. Sekarang banyak sekolah sudah menerapkan ujian online. Ada siswa yang menjawab 50 soal tidak sampai 10 menit, ternyata setelah dicek beberapa oknum menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban otomatis, terutama pada Google Form,” katanya.
Ia berharap ada solusi agar sistem ujian daring tetap aman dan mampu meminimalisir potensi kecurangan siswa.
Peserta lainnya, Bernadus Woda, mengatakan tantangan dunia pendidikan saat ini adalah mengintegrasikan AI tanpa menghilangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
“Bagaimana kita sebagai pendidik dapat mengintegrasikan AI untuk mendukung proses berpikir kritis siswa, tanpa menghilangkan kemampuan mereka untuk berjuang dalam memecahkan masalah secara mandiri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, MAFINDO Pontianak dan PGRI Kalbar berharap para guru dapat memahami perkembangan AI secara komprehensif, mulai dari manfaat, tantangan, hingga etika penggunaannya dalam dunia pendidikan.(why)

