Peserta mengikuti kegiatan Edukasi Statistik: Literasi Data Series 4 di Gedung Konferensi Untan dengan materi pemodelan time series dan ARIMA menggunakan RStudio.

Bagi Kabar, Pontianak: Universitas Tanjungpura (Untan) kembali memperkuat literasi data di lingkungan akademik melalui kegiatan Edukasi Statistik: Literasi Data Series 4 yang digelar di Gedung Konferensi Ruang Teater 1 Untan, Rabu 29 April 2026.

 

Kegiatan hasil kolaborasi UPA Perpustakaan Untan, Pojok Statistik Untan, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan itu mengangkat tema “Pemodelan Time Series Indikator Makroekonomi Menggunakan Model ARIMA dengan RStudio”.

 

Program edukatif tersebut menjadi ruang pembelajaran aplikatif yang menggabungkan konsep statistik dengan kebutuhan analisis ekonomi modern, khususnya dalam memahami dinamika variabel makroekonomi melalui pendekatan time series.

 

Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika dibekali pemahaman mengenai teknik peramalan (forecasting) sebagai salah satu instrumen penting dalam pengambilan keputusan berbasis data.

 

Narasumber pertama, Farah Juniati Meutianingrum, S.E., M.Ec.Dev, menjelaskan bahwa ekonomi merupakan bidang yang bersifat forward-looking sehingga banyak kebijakan strategis memerlukan proyeksi kondisi masa depan.

 

“Peramalan menjadi bagian penting dalam analisis ekonomi karena berbagai kebijakan, mulai dari penyusunan anggaran, pengendalian inflasi, hingga keputusan investasi sangat bergantung pada proyeksi kondisi ekonomi ke depan,” ujarnya.

 

Ia menyebut sejumlah variabel penting yang membutuhkan peramalan, di antaranya inflasi, suku bunga, tingkat pengangguran, nilai tukar, hingga PDB dan PDRB. Menurutnya, analisis yang tepat terhadap variabel tersebut sangat menentukan efektivitas kebijakan ekonomi.

 

Sementara itu, pemateri kedua, Wirda Andani, M.Si, memaparkan secara teknis metode time series serta penerapan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Peserta diperkenalkan pada pola data seperti tren, musiman, siklis, hingga konsep stasioneritas sebagai dasar membangun model peramalan.

 

“Melalui model ARIMA, peserta tidak hanya memahami teori statistik, tetapi juga dapat melihat bagaimana data diolah menjadi informasi yang berguna untuk proses forecasting dan pengambilan keputusan,” kata Wirda.

 

Dalam sesi tersebut, peserta juga mempelajari tahapan analisis model ARIMA mulai dari identifikasi model, estimasi parameter, hingga diagnostic checking untuk memastikan model memenuhi asumsi statistik.

 

Tak hanya teori, kegiatan ini juga menghadirkan praktik langsung menggunakan perangkat lunak RStudio. Peserta diajak melakukan eksplorasi data, membangun model, hingga menginterpretasikan hasil forecasting secara langsung.

 

Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab turut mewarnai kegiatan, terutama dalam mengaitkan materi dengan kasus nyata data ekonomi di Indonesia maupun Kalimantan Barat.

 

Melalui kegiatan ini, Untan berharap dapat memperkuat budaya literasi data sekaligus mendorong pemanfaatan metode statistik modern dalam mendukung analisis ekonomi yang lebih akurat dan berbasis bukti. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu berkembang tidak hanya sebagai pengguna data, tetapi juga menjadi analis yang kritis dan kompeten di era pengambilan keputusan berbasis data. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *