Bagi Kabar, Pontianak: Tuan rumah Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) tampil impresif usai menundukkan Hyundai Capital Skywalker (HCS) asal Korea Selatan pada babak semifinal AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/5/2026).
Kemenangan telak 3-0 membawa JBP memastikan tiket final dan akan menghadapi wakil Iran, Foolad Sirjan Iranian, pada laga puncak yang berlangsung Minggu (17/5/2026).
Atmosfer pertandingan berlangsung meriah. Ribuan suporter memenuhi tribun dan memberikan dukungan penuh kepada Farhan Halim dan kawan-kawan sepanjang laga berlangsung.
Pada set pertama, JBP tampil percaya diri di hadapan publik sendiri. Permainan agresif yang diperagakan Farhan Halim cs mampu menekan pertahanan HCS hingga akhirnya menutup set pertama dengan kemenangan tipis 25-23.
Memasuki set kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Kedua tim saling berbalas serangan dan menampilkan permainan cepat yang memanjakan penonton.
Duel sengit terjadi ketika skor imbang 25-25. Namun, mental bertanding JBP yang lebih tenang membuat mereka mampu mengamankan dua poin penting dan menutup set kedua dengan kemenangan 27-25.
Drama sempat terjadi di awal set ketiga ketika pemain JBP, Keita, menerima kartu kuning dari wasit akibat melakukan protes usai bola sontekan Alfin Daniel tidak dianggap menghasilkan poin.
Situasi tersebut sempat membuat fokus permainan JBP menurun. Hyundai Capital Skywalker memanfaatkan momentum dan unggul di awal set ketiga dengan skor 6-4.
Tim asal Korea Selatan itu bahkan sempat menjauh dalam perolehan angka. Namun, JBP perlahan bangkit dan kembali menemukan ritme permainan.
Dua service ace beruntun dari Keita membuat JBP memperkecil ketertinggalan menjadi 15-14. Dukungan suporter yang terus bergemuruh di GOR Terpadu A. Yani menjadi tambahan motivasi bagi para pemain tuan rumah.
Spike keras dari Keita, Farhan Halim, dan Mozic terus membombardir pertahanan HCS. Di sisi lain, Simon tampil kokoh di lini blok untuk meredam serangan lawan.
Comeback JBP akhirnya sempurna di penghujung set ketiga. Spike keras Keita memastikan kemenangan 25-23 sekaligus menutup pertandingan dengan skor akhir 3-0.
Kapten tim JBP, Nizar Julfikar, mengakui timnya masih memiliki sejumlah kekurangan meski berhasil meraih kemenangan penting.
“Kami memang masih ada kendala karena persiapan tim juga cukup singkat, jadi wajar masih ada sedikit struggle di pertandingan. Tapi untuk besok kami fokus saja, menikmati pertandingan dan berjuang sampai selesai,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih kepala JBP, Reidel Toiran, bersyukur timnya mampu melangkah ke final.
“Ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi yang penting kami menang dan masuk final. Pasti ada evaluasi, tapi sekarang fokus recovery dan persiapan untuk menghadapi tim Iran,” katanya.
Pemain JBP, Marko Sedlacek Mozic, menilai kemenangan diraih berkat permainan blok dan pertahanan yang solid.
“Kami bermain sangat baik dalam receive dan blok. Keita tampil luar biasa di serangan. Besok final akan sulit karena tim Iran sangat kuat, tetapi kami ingin menang,” ucapnya.
Dari kubu Hyundai Capital Skywalker, pemain Seung Bin mengakui atmosfer dukungan suporter Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Ada banyak pemain kuat di Bhayangkara dan dukungan penonton Indonesia luar biasa. Atmosfer seperti ini sangat membantu pemain tuan rumah,” katanya. (Why)

