Bagi Kabar, Pontianak: Tim voli putra asal Iran, Foolad Sirjan Iranian (FSI) memastikan diri melaju ke partai final AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 usai menaklukkan wakil Jepang, Jtekt Stings Aichi (STI), pada laga semifinal di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/5/2026).
FSI tampil dominan sejak awal pertandingan. Tekanan lewat servis keras dan serangan cepat membuat para pemain STI kesulitan mengembangkan permainan pada set pertama.
Tim asal Iran tersebut menurunkan skuad terbaiknya dengan mengandalkan Toukhteh di posisi middle blocker, Poriya dan Aleksandar Nikolov sebagai outside hitter, A. Ramezani sebagai setter, serta Haji di posisi opposite. Sementara posisi libero dipercayakan kepada Marandi.
Di kubu STI, tim Jepang menurunkan Kawaguchi, Kawahigashi, Boyer, Lucarelli, DeFalco, dan Iwamoto, serta Kazuyuki sebagai libero.
Dominasi FSI terlihat pada set pertama. Serangan-serangan tajam Nikolov dan rekan-rekannya membuat STI kewalahan hingga FSI menutup set pembuka dengan kemenangan 25-19.
Memasuki set kedua, STI mencoba bangkit dan mulai menemukan ritme permainan. Namun konsistensi permainan FSI tetap sulit dibendung. Serangan efektif dan pertahanan solid membuat wakil Iran kembali merebut kemenangan set kedua dengan skor 25-22.
STI sempat memberikan perlawanan sengit pada set ketiga. Tim asal Jepang tampil lebih percaya diri dan mampu mengontrol jalannya permainan. Mereka berhasil merebut set ketiga dengan skor 25-20.
Meski demikian, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. FSI akhirnya memastikan kemenangan dan mengunci tiket menuju partai final AVC Men’s Volleyball Champions League 2026.
Libero STI, Kazuyuki mengaku kecewa atas hasil pertandingan tersebut. Ia menilai timnya masih memiliki banyak kekurangan, terutama dalam penerimaan servis dan pertahanan.
“Saya sedih karena kami kalah. Servis lawan sangat sulit dan pertahanan kami juga tidak berjalan baik sehingga serangan kami tidak maksimal,” ujarnya.
Kazuyuki mengatakan timnya akan segera melupakan kekalahan tersebut dan fokus menatap pertandingan berikutnya.
“Kami harus kembali fokus, memperbaiki komunikasi tim, dan berusaha menang di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, pemain FSI, Toukhteh mengungkapkan rasa bangganya setelah membawa tim lolos ke final.
“Saya sangat senang karena kami berlatih keras selama lebih dari dua bulan. Kami mempersiapkan pertandingan ini dengan sangat serius,” katanya.
Ia menyebut kemenangan tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Iran.
“Dalam situasi sulit yang sedang dialami Iran, kami ingin memberikan kebahagiaan bagi rakyat Iran lewat kemenangan ini,” ucapnya.
Pemain FSI lainnya, Aleksandar Nikolov mengatakan dirinya tidak terlalu memikirkan calon lawan di final. Namun ia berharap bisa bermain di hadapan atmosfer penuh suporter.
“Saya ingin bermain di gym yang penuh penonton. Itu akan sangat menyenangkan,” ujarnya.
Nikolov menambahkan timnya kini fokus memulihkan kondisi sebelum laga final.
“Kami akan istirahat, makan, tidur, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” katanya.
Sementara libero kedua FSI, Shahsavari menilai timnya berhasil menunjukkan performa terbaik saat menghadapi STI.
“Kami tahu pertandingan melawan tim Jepang akan sangat sulit. Karena itu kami melakukan analisis mendalam terhadap permainan mereka dan berhasil menunjukkan kualitas kami di lapangan,” tuturnya. (Why)

