Ketua Bawaslu Kubu Raya bersama jajaran melakukan silaturahmi dengan Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya guna memperkuat kerja sama pengawasan partisipatif jelang pelaksanaan pemilu dan pilkada.

Bagi Kabar, Kubu Raya: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya menggandeng Pemuda Muhammadiyah untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan pemilu dan pemilihan kepala daerah.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi antara Bawaslu Kubu Raya dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kubu Raya yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Kamis, 7 Mei 2026.

 

Ketua Bawaslu Kubu Raya, Encep Endan, mengatakan Pemuda Muhammadiyah merupakan mitra strategis dalam mendukung pengawasan partisipatif.

 

Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin sebelumnya turut membantu kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024 di Kabupaten Kubu Raya.

 

“Pemuda Muhammadiyah merupakan mitra yang sangat baik bagi Bawaslu Kubu Raya. Kerja sama yang pernah terjalin sebelumnya turut mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar,” ujarnya.

 

Encep berharap sinergi tersebut dapat terus dilanjutkan melalui pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang masa berlakunya telah berakhir.

 

Ia menambahkan, audiensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi demokrasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi kepemudaan dalam pengawasan partisipatif.

 

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kubu Raya, Gustiar, menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan pengawasan partisipatif bersama PDPM Kubu Raya.

 

“Peran organisasi kepemudaan sangat penting dalam mendukung pengawasan partisipatif demi mewujudkan demokrasi yang berkualitas,” katanya.

 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Unggul Ali Sadewo, mengapresiasi kunjungan Bawaslu Kubu Raya dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu maupun pilkada.

 

“Pemuda Muhammadiyah berkomitmen untuk hadir dan membantu Bawaslu dalam pengawasan partisipatif demi terciptanya pemilu dan pilkada yang demokratis dan berkualitas,” ungkapnya. (Fwz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *