Pemain Jtekt Stings Aichi Boyer saat melakukan Spike keras ke pertahanan Hyundai Capital Skywalker di AVC Men's Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu A.Yani Pontianak, Minggu (17/5/2026).

Bagi Kabar, Pontianak: Tim voli putra Jtekt Stings Aichi (STI) dari Jepang sukses mengamankan posisi ketiga pada AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 setelah menundukkan Hyundai Capital Skywalker (HCS) asal Korea Selatan dengan skor telak 3-0 pada laga perebutan tempat ketiga di GOR Terpadu A.Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (17/5/2026).

Sejak set pertama, STI langsung tampil agresif dan menekan pertahanan HCS. Andalan mereka, Boyer, menjadi motor serangan lewat sejumlah spike keras yang sulit dibendung lawan.

Dominasi STI membuat tim asal Jepang itu mampu mengamankan set pembuka dengan skor 25-19.

Memasuki set kedua, HCS justru kerap melakukan kesalahan sendiri. Situasi tersebut dimanfaatkan STI untuk membuka jarak skor 7-3 pada awal pertandingan.

Pelatih HCS, Blain Philippe, kemudian melakukan perubahan dengan mengganti Dongseon dan memasukkan Hu Z Z. Pergantian itu sempat membawa perubahan signifikan dalam permainan HCS. Serangan-serangan Hu Z Z bersama Sueng Jun berhasil memperkecil ketertinggalan.

Namun, STI kembali menunjukkan kualitasnya. Dua pemain asing mereka tampil menonjol. Spike tajam Boyer serta back attack Lucarelli membuat STI kembali menjauh dengan keunggulan 16-12.

Menjelang akhir set kedua, HCS kembali kehilangan momentum akibat sejumlah error yang dilakukan pemain mereka. STI pun memanfaatkan situasi tersebut untuk memperlebar jarak menjadi 23-17 sebelum akhirnya menutup set kedua dengan kemenangan 25-19.

Pada set ketiga, pertandingan berlangsung lebih ketat. HCS mulai menemukan ritme permainan dan beberapa kali terlibat saling kejar poin dengan STI.

Meski demikian, konsistensi permainan STI sejak awal laga menjadi pembeda. Tim asal Jepang itu tetap tenang dalam membangun serangan dan menutup set ketiga dengan skor 25-21.

Kemenangan tersebut memastikan STI menang tiga set langsung atas HCS sekaligus mengakhiri turnamen sebagai peraih posisi ketiga.

Selain meraih podium ketiga, STI juga berhak atas hadiah sebesar 10.000 dolar AS, sementara HCS yang finis di posisi keempat memperoleh hadiah 5.000 dolar AS.

Pelatih STI, Shimbo Koichiro, mengaku puas dengan perjuangan timnya meski harus menjalani jadwal pertandingan yang padat.

“Saya sangat puas. Jadwal kami sangat padat, tetapi para pemain, seluruh tim dan staf melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan diri. Kami tidak punya banyak waktu, tetapi tetap meluangkan waktu melihat data agar pemain bisa tampil tanpa ragu-ragu,” ujar Koichiro.

Menurutnya, target utama STI sebenarnya adalah meraih tiket menuju kejuaraan dunia. Meski belum berhasil mencapainya, pengalaman tampil di AVC Champions League tetap menjadi pencapaian berharga bagi tim.

“Tentu tujuan kami adalah mencapai kejuaraan dunia meskipun belum berhasil. Ini kehormatan besar dan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh tim serta para pemain,” katanya.

Sementara itu, kapten STI, Kazuyuki, mengatakan timnya berusaha bangkit secara profesional setelah kekalahan pada pertandingan sebelumnya.

“Setelah kekalahan kemarin, kami harus menyesuaikan diri dan tetap profesional. Ini pertandingan terakhir kami, jadi harus memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Kazuyuki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan STI selama turnamen berlangsung di Pontianak.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua rekan tim, staf dan seluruh penonton yang mendukung kami selama seminggu ini,” ucapnya.

Meski gagal meraih tiket menuju level dunia, Kazuyuki menegaskan STI akan menjadikan hasil ini sebagai motivasi untuk kembali bersaing lebih kuat pada kesempatan berikutnya. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *