Foto moment pertandingan Jtekt Stings Aichi saat melawan Nakhonratchasima 3M Film pada AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Kamis (14/5/2026).

Bagi Kabar, Pontianak: Tim asal Jepang, Jtekt Stings Aichi tampil dominan saat menghadapi Nakhonratchasima 3M Film pada hari kedua AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (14/5/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Jtekt Stings Aichi sukses meraih kemenangan telak 3-0 dengan skor 25-20, 25-14, dan 25-18 sekaligus memastikan langkah ke babak semifinal.

Sejak set pertama, STI tampil percaya diri dengan mengandalkan spike keras dan permainan cepat. Meski Nakhonratchasima sempat memberikan perlawanan, sejumlah kesalahan sendiri yang dilakukan tim asal Thailand itu berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh STI hingga menutup set pertama dengan kemenangan 25-20.

Memasuki set kedua, dominasi STI semakin terlihat. Permainan agresif dari Boyer, Kawaguchi, dan Defalco membuat pertahanan NRM kesulitan berkembang. Tim Jepang itu pun dengan mudah mengamankan set kedua dengan skor mencolok 25-14.

Pada set ketiga, NRM mulai menemukan ritme permainan melalui serangan-serangan keras dari Anurak, Maksim, dan Wanchai. Namun, STI yang tampil lebih tenang dan solid berhasil membalikkan keadaan sejak pertengahan set hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 25-18.

Hasil tersebut membuat Jtekt Stings Aichi menjadi tim ketiga yang memastikan tiket semifinal AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 setelah Jakarta Bhayangkara Presisi dan Hyundai Capital Skywalker.

Pemain STI, Kazuyuki, mengatakan jadwal pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Namun, ia menegaskan tim tetap fokus menjaga kondisi dan mental untuk meraih kemenangan.

“Pertama sekali, jadwal ini agak sulit. Kami harus menyiapkan kondisi untuk pertandingan dan memiliki perasaan kuat untuk menang. Tapi bukan hanya menang, kami juga harus menikmati pertandingan,” ujarnya.

Sementara itu, pemain NRM, Maksim, mengaku timnya memang menghadapi lawan yang sangat kuat. Meski kalah, ia menilai pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi tim Thailand untuk berkembang.

“Tentu saja kami sedih kalah, tapi kami tahu ini tim yang sangat kuat. Ini pengalaman yang baik untuk tim seperti kami dari Thailand. Setiap pertandingan adalah langkah maju menuju level baru,” katanya.

Maksim juga menyebut tantangan terbesar timnya adalah mengatasi rasa takut saat menghadapi lawan dengan fisik yang lebih unggul.

“Kami punya pemain bagus, tapi kadang kami melihat fisik lawan lebih tinggi dan mulai takut. Padahal kami juga bisa bermain. Tantangan terbesar adalah melawan diri sendiri terlebih dahulu,” tambahnya.

Ia menegaskan timnya tetap berusaha menikmati pertandingan sambil menjalankan instruksi pelatih semaksimal mungkin.

“Hari ini kami tetap mendapat beberapa poin bagus, blok yang baik, dan servis yang bagus. Itu yang harus kami ingat dan bawa untuk pertandingan berikutnya,” tutup Maksim. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *