Bagi Kabar, Pontianak: Kasus sengketa lahan di Pontianak kembali menjadi sorotan, namun kali ini melibatkan aset peninggalan bersejarah yang tak hanya bernilai materiel, melainkan juga historis.

Lahan seluas 706 meter persegi dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 7420, berlokasi di Jalan Harapan Jaya, Pontianak yang merupakan warisan dari Gusti Achmad Affandy, seorang penerima Bintang Mahaputra Narariya, diduga telah diserobot oleh individu yang berkedok bisnis bengkel mobil.

Keluarga ahli waris, yang diwakili oleh Gusti Hardiansyah, telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan laporan resmi ke Ditreskrimum Polda Kalimantan Barat. Laporan ini tercatat dalam surat dengan nomor B/1031/V/2025/Ditreskrimum tertanggal 7 Mei 2025, dan mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang diduga terlibat, yakni RB dan GYIS.

Menurut Gusti Hardiansyah, penyerobotan ini sudah berlangsung sejak tahun 2020. Upaya hukum sebelumnya di tingkat Polsek dan Polresta Pontianak tak kunjung membuahkan hasil. “Ini bukan sekadar sengketa lahan biasa, ini adalah pelecehan terhadap martabat keluarga dan warisan seorang pahlawan,” tegasnya.

Gusti Hardiansyah menjelaskan bahwa mereka memiliki bukti kuat untuk mendukung laporan tersebut. Salah satunya adalah surat pernyataan sepihak yang dibuat oleh RB dan GYIS yang mencoba menguasai lahan dengan tawaran di bawah nilai pasar. Laporan tersebut juga memuat dugaan adanya upaya adu domba di dalam internal keluarga ahli waris, yang diduga dilakukan oleh RB untuk memuluskan penyerobotan.

Pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan ini dengan memanggil RB untuk dimintai keterangan. Langkah selanjutnya adalah pemanggilan GYIS yang mana responsnya akan sangat menentukan kelanjutan proses hukum. Keluarga ahli waris bersikeras menolak negosiasi damai yang tidak adil dan meminta agar kasus ini diselesaikan secara pidana.

“Tidak ada kompromi. Jika tidak ada itikad baik untuk mengembalikan lahan ini, proses hukum adalah satu-satunya jalan,” tutup Gusti Hardiansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *