Bagi Kabar, Pontianak: Malam penganugerahan Festival Film Pelajar Khatulistiwa (FFPK) ke-6 menjadi momen bersejarah bagi SMK Kristen Immanuel Pontianak. Film berjudul Renjana berhasil keluar sebagai film terbaik, mengukuhkan karya pelajar Kalimantan Barat di panggung sinema nasional.

Film Renjana ditulis dan disutradarai oleh Verity, siswi kelas 3 SMK Kristen Immanuel Pontianak. Dalam karyanya, Verity menuangkan pengalaman hidup pribadi yang terinspirasi dari sosok sang ibu. Kisah tentang kasih sayang dan harapan masa depan itu berhasil menyentuh dewan juri.

“Renjana saya bentuk sesuai realita kehidupan saya sendiri. Inspirasi terbesar datang dari ibu saya. Dari kasih sayangnya, saya menemukan harapan untuk kehidupan dan masa depan saya,” ujar Verity usai menerima penghargaan.

Awarding FFPK ke-6 digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kamis malam (11/12/2025). Festival tahunan ini kembali menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi pelajar yang menekuni dunia perfilman, dengan peserta yang datang tidak hanya dari Kalimantan Barat, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia.

Verity mengakui sempat ragu mengikuti FFPK tahun ini setelah sebelumnya belum meraih prestasi. Namun, kegigihan dan konsistensi dalam berkarya akhirnya membuahkan hasil manis.

Ketua Panitia FFPK 2025, Gebrina Divva, menyebut kualitas film peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

“Dari sisi sinematografi sudah terlihat peningkatannya. Bahkan film anak SMP pun kualitasnya seperti film profesional. Poster-poster juga sangat bagus, sampai dewan juri kesulitan menentukan pemenang,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Yuliani, mengapresiasi karya para pelajar dan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan film pelajar.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar sekaligus Pembina FFPK, Zulfydar Zaidar Mochtar, menegaskan bahwa FFPK akan tetap digelar gratis bagi seluruh peserta. Ia juga menyampaikan bahwa tema tahunan FFPK 2026 akan diluncurkan pada Januari mendatang agar pelajar dari seluruh Indonesia dapat mempersiapkan karya terbaiknya sejak dini.

“Anak-anak harus berlari untuk menjadi lebih hebat, pemenang tahun ini sudah lama menunggu prestasi terbaik. Tahun depan tetap gratis, pada januari 2026 akan dilaunching tema tahunan agar semua peserta dari Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia bisa mempersiapkan karya terbaiknya,” jelas Zulfydar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *