Bagi Kabar, Pontianak: Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Pontianak menggelar Seminar Pengembangan Karakter Anak yang diikuti sekitar 150 peserta terdiri dari pelajar dan guru pendamping, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.
Ketua PDNA Kota Pontianak, Yossy Syafariah, mengatakan seminar tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memfasilitasi serta memotivasi anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Menurut Yossy, pembentukan karakter menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat. Meski digitalisasi membuka peluang bagi generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi, terdapat pula berbagai risiko yang perlu diwaspadai.
“Anak dan remaja perlu memiliki bekal karakter yang kuat agar mampu menyaring informasi serta menghindari berbagai pengaruh negatif yang dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai tantangan seperti penyalahgunaan internet, pornografi, judi online, hingga praktik pinjaman online yang tidak sehat menjadi perhatian bersama. Karena itu, penguatan nilai moral dan karakter dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pribadi yang bertanggung jawab di masa depan.
Dalam seminar tersebut, psikolog Agus Handini hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya empati sebagai salah satu fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.
Menurut Agus, empati merupakan kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain, sehingga mampu membangun hubungan sosial yang sehat dan penuh kepedulian.
“Empati berbeda dengan simpati. Jika simpati hanya sebatas rasa kasihan atau perhatian terhadap orang lain, empati mengajak seseorang untuk benar-benar memahami dan merasakan kondisi yang dialami orang lain,” jelasnya.
Agus menegaskan bahwa empati tidak cukup diajarkan melalui teori semata, melainkan harus dibangun melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan pentingnya melatih anak dalam berkomunikasi, bersikap sopan, serta mengelola cara berbicara dengan baik. Menurutnya, hal-hal sederhana tersebut memiliki peran besar dalam membentuk karakter yang positif.
Melalui seminar ini, PDNA Kota Pontianak berharap para peserta dapat mengembangkan nilai-nilai empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang. (Why)

