Bagi Kabar, Semarang: Prestasi membanggakan kembali diraih dunia akademik Kalimantan Barat. Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, Anshari, sukses menyandang predikat Wisudawan Terbaik Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) setelah mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dan menyelesaikan studi doktoralnya hanya dalam waktu tiga tahun atau enam semester.
Penghargaan tersebut diumumkan pada acara yudisium Fakultas Hukum UNISSULA yang berlangsung di Semarang, Jumat (12/6/2026). Pada kesempatan itu, piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UNISSULA, Prof. Jawade.
Pengakuan atas capaian akademik tersebut kembali diberikan dalam prosesi wisuda yang digelar di Auditorium UNISSULA, Sabtu (13/6/2026). Penghargaan diserahkan secara resmi oleh Rektor UNISSULA, Prof. Gunarto.
Keberhasilan Anshari menjadi Wisudawan Terbaik tidak terlepas dari perjalanan akademiknya yang panjang dan konsisten. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum (S1) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, melanjutkan Magister Hukum (S2) di Universitas Indonesia, dan menuntaskan Program Doktor Ilmu Hukum di UNISSULA.
Selain dikenal sebagai akademisi, Anshari juga aktif dalam berbagai organisasi. Saat menjadi mahasiswa di Yogyakarta, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia serta aktif di lingkungan Pemuda Muhammadiyah.
Kini, ia mengemban sejumlah amanah strategis, di antaranya sebagai Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat serta Wakil Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di samping itu, ia juga berkiprah sebagai dosen, dekan, advokat, dan konsultan hukum.
Anshari mengungkapkan bahwa kerja keras, disiplin, dan komitmen menjadi faktor utama yang mengantarkannya meraih hasil terbaik selama menempuh pendidikan doktoral.
“Kunci keberhasilan adalah mampu bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang optimal. Menjadi wisudawan terbaik bukan hanya tertuang di atas kertas atau ijazah, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menilai tantangan penegakan hukum di Indonesia saat ini semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang kuat.
“Tantangan penegakan hukum hari ini mengalami degradasi dari berbagai lini. Tugas kampus dan dunia akademik adalah mempersiapkan generasi berikutnya untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kapabilitas lulusan sarjana hukum, tetapi juga membangun moralitas dan integritas mereka sebagai calon penegak hukum dan pejuang keadilan terbaik bagi negara ini,” tegasnya.
Prestasi yang diraih Anshari menjadi kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Pontianak sekaligus inspirasi bagi civitas akademika dan generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, berprestasi di tingkat nasional, serta berkontribusi dalam mewujudkan penegakan hukum yang berintegritas di Indonesia. (Ewok)

