Peresmian PIAUD Nurhayati di Kabupaten Kubu Raya yang mengusung pendidikan karakter dan agama tanpa penggunaan gadget, Minggu (31/5/2026).

Bagi Kabar, Kubu Raya: Sekolah Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Nurhayati resmi diresmikan di Kabupaten Kubu Raya dengan mengusung konsep pendidikan berbasis karakter dan agama tanpa penggunaan gadget, Minggu (31/05/2026).

Lembaga pendidikan yang didirikan oleh Eka Nurhayati Ishak ini hadir sebagai upaya menyiapkan generasi unggul sejak usia dini melalui pendekatan pendidikan Islami dan pembentukan karakter.

Eka Nurhayati Ishak mengatakan, PIAUD Nurhayati dibangun dengan semangat membentuk karakter anak pada masa golden age atau periode emas perkembangan anak.

“Kalau pemerintah menyiapkan generasi emas, kami ingin memulai generasi berlian, dari nol hingga masa emas anak,” ujarnya usai peresmian sekolah.

PIAUD Nurhayati mengombinasikan pendidikan formal dengan program pesantren kilat yang dirancang untuk memperkuat pendidikan agama dan nilai moral anak.

Kegiatan belajar formal berlangsung pada Senin hingga Kamis. Sementara itu, pada Jumat hingga Minggu, peserta didik mengikuti program menginap yang berfokus pada pembelajaran agama serta pembentukan karakter.

Dalam program tersebut, anak-anak dikenalkan dengan nilai-nilai Islami melalui kisah para sahabat dan Rasul, hafalan surah pendek, hingga berbagai aktivitas bermain dan belajar tanpa menggunakan perangkat elektronik.

Konsep tanpa gadget menjadi salah satu ciri khas PIAUD Nurhayati. Menurut pengelola, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi sosial, kreativitas, dan kedekatan anak dengan lingkungan belajar serta nilai-nilai agama.

Antusiasme masyarakat terhadap sekolah ini mulai terlihat. Dari 40 formulir pendaftaran yang telah disebarkan, sebanyak 23 anak telah terkonfirmasi mengikuti program pendidikan di PIAUD Nurhayati.

Ke depan, Eka berharap PIAUD Nurhayati dapat berkembang menjadi sekolah percontohan di Kabupaten Kubu Raya dan memperluas jangkauan pendidikan ke wilayah lain, termasuk Kabupaten Mempawah. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *